1. Hello Guest, selamat datang di Forum WinPoin. Kamu bisa bertanya, berdiskusi, sharing, dan ngobrolin apapun seputar Windows, Windows Phone, PC, Gadget, atau hal seputar Teknologi lainnya. Selamat berkomunitas! ;)

Hari Kartini dan sejarahnya

Discussion in 'Cuap-Cuap' started by marwanto.se, Apr 21, 2014.

  1. marwanto.se

    marwanto.se New Member

    Joined:
    May 7, 2013
    Messages:
    7,663
    Adakah yang tahu hari ini (saat thread ini ditulis) hari apa? Yups, hari ini (21 April) kita memperingati hari Kartini. Nah, mungkin ada yang sudah tahu mengenai sejarah bisa terbentuknya hari Kartini? Kalo belum tahu, silakan simak penjelasannya di bawah ini ya. :ketawa:

    [attachment=2092]

    Hari Kartini berasal dari pahlawan wanita Indonesia yang mempunyai nama lengkap Raden Ajeng Kartini atau lebih sering disebut R.A. Kartini atau hanya Kartini, pertama kali diresmikan sebagai salah satu hari nasional oleh Presiden pertama RI, Soekarno Hatta berdasarkan Kepres RI no.108, tanggal 2 Mei 1964. Hari Kartini ditetapkan pada tanggal 21 April sesuai dengan hari kelahiran Kartini (21 April 1879).

    R.A Kartini dikenal sebagai sosok seorang pelopor kebangkitan kaum wanita di Indonesia, khususnya kaum pribumi.
    Kebesaran nama Kartini dan cita-citanya diabadikan menjadi nama jalan yang bukan saja terdapat di Indonesia, tetapi juga di negara Belanda dengan nama R.A Kartinistraat, seperti di Ultretch, Venlo, Amsterdam Zuidoost, Bilmer (ditulis dengan lengkap jl. Raden Ajeng Kartini), Haarlem. Nama Kartini juga dijadikan sebagai nama jalan di Jakarta Pusat.


    Biografi R.A Kartini
    (di-spoiler ya biar gak kepanjangan. :ketawa: )
    Kartini lahir dari keluarga kaya raya, merupakan putri dari bangsawan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang juga menjabat sebagai seorang bupati di Jepara pada masa itu. Ibu Kartini bernama M.A. Ngasirah yang bukan merupakan istri utama dari R.M Adipati Ario Sosroningrat. Ayah Kartini pada awalnya bekerja sebagai seorang wedana di Mayong yang (pada masa itu) masih harus menuruti undang – undang kolonial Belanda berupa adanya peraturan pernikahan antara bupati dengan bangsawan.

    R.A. Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara kandung dan tiri, juga merupakan anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV menjabat sebagai bupati pada usia yang muda, yaitu 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono merupakan seorang yang pandai dalam sastra bahasa. Kartini kecil menuntut ilmu di ELS (Europese Lagere School), sebuah sekolah yang didirikan oleh kolonial Belanda pada masa itu. Ditempat inilah R.A Kartini mempelajari bahasa Belanda. Namun Kartini hanya bersekolah hingga usia 12 tahun, karena pada masa itu, seorang perempuan harus tinggal dirumah setelah menginjak usia yang memungkinkan untuk dipingit.

    Karena kemampuan Kartini dalam berbahasa Belanda, Kartini melanjutkan pelajarannya dirumah dengan banyak membaca surat kabar De Locomotief yang beredar harian di Semarang pada masa itu. Selain surat kabar, Kartini juga gemar membaca majalah kebudayaan, ilmu pengetahuan, majalah wanita yang diterbitkan dalam edisi Belanda. Dari kegemarannya membaca, Kartini mulai mencoba untuk menulis. Ide tulisannya seringkali dikirimkan ke media surat kabar untuk dimuat, salah satunya ke harian De Hollandsche Lelie. Kartini pun mulai memiliki sahabat pena. Ia seringkali menulis surat kepada sahabat surat-menyuratnya yang ada di Belanda, seperti Rosa Abendanon yang banyak memberi dukungan dan masukan kepadanya.

    Beberapa buku yang memiliki isi yang cukup ‘berat’ yang dibaca oleh Kartini antara lain Max Havelaar, Surat-Surat Cinta karya Multatuli, De Stille Kraacht, Die Waffen, dll. Kartini juga gemar membaca buku – buku sosial, politik, roman, wanita, dan pengetahuan dari penulis – penulis terkenal pada masa itu seperti, Louis Coperus, Van Eeden, Augusta de Witt, Goekoop de-Jong, Van Beek, Berta Von Suttner, dll.

    Dari kebiasaan membaca dan tukar pikiran dengan wanita – wanita barat, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir wanita eropa pada saat itu. Membandingkan dengan wanita pribumi pada saat itu, strata wanita pribumi masih tergolong sangat rendah dan jauh dibandingkan dengan wanita eropa.

    Hal inilah yang mendorong R.A Kartini untuk memajukan status wanita pribumi. Keinginannya tidak semata hanya memajukan strata atau derajat wanita pada masa itu, namun juga yang berhubungan dengan masalah sosial. Perhatiannya adalah memperjuangkan hak wanita agar memiliki kebebasan, otonom juga perlakuan hukum yang sama dalam masyarakat.

    R.A Kartini menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, seorang bupati Rembang yang pernah menikah 3x, pada tanggal 12 November 1903 pada usia ke-24. Oleh karena cita – citanya, suaminya memberi kebebasan kepada Kartini untuk melaksanakan fokus dan tujuannya semula.

    Setelah itu, Kartini mulai merealisasikan mimpinya untuk memajukan wanita dengan mendirikan sekolah wanita yang terletak di sebelah timur pintu gerbang kantor bupati Rembang (kini menjadi Gedung Pramuka).

    R.A. Kartini melahirkan anak pertama dan terakhirnya, RM Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904. Kartini meninggal beberapa hari kemudian pada tanggal 17 September 1904 pada usia yang sangat muda, yaitu 25 tahun dan dikebumikan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

    Perjuangan Kartini tidak berhenti sampai disana, karena Yayasan Sekolah Kartini mulai didirikan dibanyak tempat, seperti di Semarang pada tahun 1912, diikuti di Surabaya, Cirebon, Yogyakarta, Madiun, Malang dan wilayah lainnya yang tersebar di Nusantara. Adapun tokoh yang turut membantu pembangunan sekolah Kartini tersebut adalah seorang tokoh olitik etis Belanda yang bernama Van Deventer

    Sumber

    [hr]

    Oleh karena itu, kita (terutama para kaum perempuan) harus bersyukur dengan R.A Kartini, karena tanpa dialah para kaum perempuan tidak bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa sekarang ini. :goodjob:

    Selamat hari Kartini terutama buat untuk para kaum perempuan. :smangat1: :goodjob:
     

    Attached Files:

  2. Jazz

    Jazz The Heartbreak Kid Staff Member

    Joined:
    Jan 6, 2014
    Messages:
    14,741
    Yay !
    R.A Kartini, Terima kasih atas Perjuanganmu membela Hak perempuan, Icha sangat Berterima kasih sekali dengan Tokoh ini, Berkat Jasa dia Icha ga di Pandang Sebelah mata oleh kaum Adam...
    :wow1:
     
  3. Mayza MyZone

    Mayza MyZone Super Moderator Staff Member

    Joined:
    Dec 16, 2013
    Messages:
    4,958
    hadeehhh :capedeh3:
     
  4. Jazz

    Jazz The Heartbreak Kid Staff Member

    Joined:
    Jan 6, 2014
    Messages:
    14,741
    Lho ada apa Kek...
    Cucu cuma bangga saja kog, ndak boleh ya?
    :nangis3:
     
  5. Mayza MyZone

    Mayza MyZone Super Moderator Staff Member

    Joined:
    Dec 16, 2013
    Messages:
    4,958
    gpp,, kakek juga bangga sama cucu,,, malahan kangen sama cucu :kagum:
     
  6. Jazz

    Jazz The Heartbreak Kid Staff Member

    Joined:
    Jan 6, 2014
    Messages:
    14,741
    Wahh kirain Kakek Membenci Cucu Sekarang mah Kangen Boong nich...=,=
    :nangis3:
     
  7. Mayza MyZone

    Mayza MyZone Super Moderator Staff Member

    Joined:
    Dec 16, 2013
    Messages:
    4,958
    4 ari abis jalan" ke pantai ya cu?? kakek ga diajak cu?? :kagum:
     

Share This Page