1. Hello Guest, selamat datang di Forum WinPoin. Kamu bisa bertanya, berdiskusi, sharing, dan ngobrolin apapun seputar Windows, Windows Phone, PC, Gadget, atau hal seputar Teknologi lainnya. Selamat berkomunitas! ;)

Pilih Kamera DSLR Atau Kamera Mirrorless, Mana Yang Lebih Baik ?

Discussion in 'General' started by agita, Apr 15, 2019.

  1. agita

    agita New Member

    Joined:
    Apr 15, 2019
    Messages:
    1
    Dulu kita mudah mengatakan kamera interchangeable-lens sebagai kamera DSLR, tetapi sekarang tidak bisa. Mengapa? Ya karena kamera yang bisa diganti lensanya tidak saja jenis DSLR, tetapi juga kamera jenis baru yang dinamakan mirrorless. Apa perbedaan kamera DSLR atau mirrorless ? Artikel yang merujuk dari Tomsguide.com dan berbagai situs fotografi ini sedikit banyak akan membahasnya.

    Jika Anda ingin naik kelas dari kamera smartphone atau point-and-shoot (kamera kompak) ke kamera yang lensanya dapat diganti-ganti, Anda memiliki dua pilihan utama: kamera DSLR atau mirrorless. Kedua jenis kamera tersebut pada dasarnya adalah kamera digital, melakukan hal yang sama, tetapi masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan yang nanti akan mempengaruhi keputusan dalam membelinya.

    Ukuran dan Berat Kamera DSLR vs Mirrorless
    [​IMG]
    Ukuran Kamera DSLR vs Mirrorless

    Badan kamera DSLR secara umum relatif lebih besar, karena mereka harus memiliki ruang untuk cermin dan mekanisme shutter. Tetapi kondisi terakhir DSLR sudah cukup kecil, yang terkecil dan teringan yang tersedia adalah canon eos 7d, yang beratnya sekitar 600gram, dengan lensa zoom kit terpasang. Tetapi harganya sepertinya agak mahal untuk kamera entri-level (pemula). Sebuah model yang lebih ekonomis, canon eos 7d dengan berat 710 gram. Sebuah model dengan level di atasnya lagi seperti nikon d7100 hampir dua kali lebih berat yaitu 1,2 kg atau lebih, tergantung pada lensa yang digunakan.

    Sementara kamera mirrorless tidak memiliki cermin dan mekanik shutter, sehingga bodi kamera mirrorless bisa lebih kecil dari DSLR, dan memiliki konstruksi yang sederhana. Sebuah kamera mirrorless khas seperti Olympus PEN-EPL5 beratnya hanya kurang dari 450 gram termasuk lensa. Sementara kamera mirrorless terkecil Panasonic Lumix GM1 hanya seberat 204 gram dan berukuran persis kamera kompak sehingga benar-benar bisa dikantongi.

    Disini Anda harus mengetahui kebutuhan, apakah bisa menerima beban yang lebih berat, karena biasanya setelah sekian lama orang akan malas membawa kamera yang berat. Atau justru ingin kamera yang mudah dibawa kemana saja tanpa khawatir membebani. Ada quote fotografi yang mengatakan “the best camera is the one that’s with you”, tentu ini tergantung konteksnya.

    Kemampuan dan Akurasi Auto Fokus (AF)
    Kamera DSLR menggunakan mekanisme cermin untuk mengalihkan cahaya ke sensor khusus yang digunakan dalam proses yang disebut Phase Detect Auto Focus (PDAF). Sensor mengukur konvergensi dari dua berkas cahaya untuk dengan cepat mengkondisikan lensa ke dalam fokus.

    Sementara karena tidak memiliki cermin, kebanyakan kamera mirrorless harus menggunakan teknik yang relatif lebih lambat, yang disebut Contrast Detect Auto Focus (CDAF) – metode yang sama yang digunakan oleh kamera point-and-shoot dan kamera di smartphone. Sensor gambar menangkap satu bagian kecil dari gambar yg di sedang dibidik, melakukan tes seberapa tajam itu, dan kemudian refokus lensa dan tes lagi sampai mendapatkan fokus yang paling tepat. Deteksi kontras sangat lambat dalam cahaya rendah dan dengan subyek bergerak, karena gerakan objek yang cepat membingungkan kamera.

    Tetapi kamera mirrorless terbaru, seperti Olympus OM-D EM-1, memiliki prosesor yang lebih cepat yang dapat mendeteksi kontras lebih cepat, sehingga mereka bisa fokus secepat DSLR, meski untuk foto sport CDAF belum bisa menyamai PDAF. Bahkan model kamera mirrorless yang baru akhir-akhir ini memiliki teknologi yang menggunakan satu sensor untuk menggabungkan kedua teknik auto fokus PDAF dan CDAF. Tapi masih belum jelas seberapa baik model-model baru tersebut dibanding DSLR.

    [​IMG]
    Hybrid AF pada kamera Sony

    Teknologi terus berkembang, sistem AF tidak melulu PDAF atau CDAF saja, tetapi lebih canggih lagi. Seperti Sony yang mengembangkan teknologi hybrid AF yg merupakan kombinasi contrast detect dan phase detect, Panasonic dengan DFD (Depth from Defocus) atau Canon dengan AF dual pixel-nya.

    Kualitas Viewfinder Kamera DSLR vs Mirrorless
    Sisi positif dari viewfinder DSLR adalah bahwa Anda dapat melihat gambar secara optikal langsung, biasanya lebih jernih, responsif dan lebih cerah dibandingkan elektronik. Sementara kamera mirrorless harus menangkap preview gambar pada layar LCD dan atau elektronik viewfinder (EVF). Untuk LCD kadang di siang hari yang cerah agak susah untuk dilihat. Tetapi EVF generasi sekarang sudah jauh baik, responsif, cerah dan keuntungannya adalah preview gambar yang tampil sama dengan yang akan disimpan nantinya dan banyak informasi yang bisa ditampilkan seperti historgram.

    Tidak semua kamera mirrorless memiliki EVF, hanya sebagian di kelas high-end seperti Panasonic GX7, Panasonic GH3, Fujifilm X-E1, X-Pro1, Sony NEX-7, Sony A-7 dan A-7R. Semakin lama diyakini teknologi EVF akan semakin baik, sehingga akan mampu menyamai kejernihan optical viewfinder dengan ukuran dan kebutuhan ruang yang jauh lebih kecil. Meskipun begitu tidak semua orang bisa menyesuaikan diri untuk menerima EVF, terutama mereka yang sudah sangat terbiasa dengan optical viewfinder.

    Image Stabilization Mirrorless dibanding DSLR
    [​IMG]
    5-axis Image Stabilization pada Olympus

    Semua kamera modern memasukkan fitur stabilisasi gambar, di mana akan mengurangi blur pada foto (umumnya pada kecepatan rana lambat) yang disebabkan tangan yang bergoyang saat memegang kamera. Baik kamera DSLR atau mirrorless, melakukan ini dengan teknik menggeser sebagian kecil bagian dari optik lensa, teknik lainnya adalah menggeser sensor gambar utama.

    Beberapa kamera mirrorless dapat menggeser kedua elemen lensa dan sensor gambar – kombinasi yang dapat lebih efektif daripada salah satu dari metode ini saja. Yang paling baru dalam teknologi ini adalah 5-Axis Image stabilization yang ditanam Olympus pertama kali di OM-D E-M5, yang memperhitungkan pergerakan sensor pada sumbu Z selain X dan Y. Hasilnya hingga 2 stop lebih baik saat menggunakan tangan atau dengan kata lain dalam beberapa situasi/kondisi pemotretan yang dulunya membutuhkan tripod bisa dengan menggunakan tangan saja. Stabilisasi 5-axis ini juga sudah diadopsi oleh banyak brand mirrorless seperti Sony dan Panasonic.

    Kualitas Gambar Kamera DSLR vs Mirrorless
    [​IMG]
    Kualitas Gambar Kamera DSLR vs Mirrorless High-End

    Kamera mirrorless awalnya menawarkan gambar berkualitas lebih rendah daripada DSLR, dengan lebih banyak noise (graininess) dan warna yang lebih buruk, karena generasi pertama menggunakan sensor gambar yang lebih kecil yang menangkap cahaya tidak sebanyak sensor DSLR ukuran APS-C. Namun produsen kamera mirrorless telah menemukan cara untuk mengurangi noise, menggunakan sensor yang lebih baik (dan juga lebih besar) dan prosesor gambar yang lebih baik, dan sekarang tidak ada perbedaan nyata dalam kualitas gambar dalam kebanyakan model konsumer.

    DSLR high-end menggunakan sensor yang sangat besar yang disebut “full frame” sensor yang telah memberikan mereka keunggulan high end. Baru-baru ini Sony mengenalkan kamera mirrorless dengan sensor full-frame, yaitu A7 dan A7R, hal ini menjadi langkah penting dalam menutup kesenjangan kualitas dan bahkan kinerja antara DSLR dan mirrorless. Saat ini bisa dikatakan secara kualitas IQ gambar antara kamera DSLR dan Mirrorless adalah seimbang, dalam artian kecuali kita melihat hingga pixel per pixel, perbedaannya sangat tidak signifikan.

    Gambar dan Video Playback
    Ketika datang untuk menampilkan gambar yang baru saja ditangkap, kamera DSLR atau mirrorless dapat menggunakan layar LCD atau output HDMI ke televisi Anda. Meskipun body kamera mirrorless lebih kecil, sebagian besar memiliki ukuran layar LCD yang sama yaitu 3-inch, yang umum ditemukan di DSLR.

    Beberapa tahun lalu standard perekaman video adalah Full HD yang cukup dikuasai oleh kamera mirrorless karena secara natural kamera tanpa cermin ini sangat cocok untuk video. Tetapi saat inipun dengan standar video format 4K, kamera DSLR pun tak kalah dengan kamera mirrorless.

    Lensa dan Aksesoris
    Jika Anda ingin membeli kamera dengan lensa dapat dipertukarkan, artinya Anda membeli ekosistem seluruh lensa, dan juga aksesoris lainnya yang cocok. Anda tidak dapat menggunakan lensa Micro Four Thirds (MFT) pada body kamera DSLR body. Jadi, ketika memilih kamera, perlu mempertimbangkan berbagai lensa yang tersedia untuk sistem.

    [​IMG]
    Ukuran Lensa

    Memilih DSLR memberi akses ke sejumlah besar jenis lensa – dari sejumlah produsen – mulai dari yang murah hingga untuk profesional dan mahal. Sebaliknya, kebanyakan model mirrorless hanya memiliki sedikit pilihan lensa dari produsen kamera. Satu-satunya lensa untuk kamera Sony Alpha NEX berasal dari Sony itu sendiri, misalnya. Namun, Sony baru saja mengumumkan lima lensa baru untuk kamera mirrorless full-frame baru, yang sangat memperluas jangkauan lensa yang tersedia.

    Sistem mirrorless dari produsen seperti Pentax (Q kamera) dan Samsung (seri NX) memiliki lensa paling sedikit, karena perusahaan-perusahaan ini memilih untuk membuat sistem mirrorless sendiri-sendiri. Sistem Micro Four Thirds memiliki pilihan terluas karena mereka adalah pionir dan dibentuk oleh beberapa perusahaan – Olympus dan Panasonic membuat kamera, dan lensa dibuat oleh Olympus, Panasonic, Sigma, Tamron dan lain-lain.

    Anda dapat membeli adapter untuk menggunakan lensa DSLR pada kamera mirrorless. Tapi akan mengubah zoom (focal length) berdasarkan crop factor, dan juga akan menonaktifkan fitur seperti autofocus.

    Kesimpulan Akhir, Kamera DSLR atau Mirrorless ?
    Jadi, kamera jenis apa yang terbaik secara keseluruhan, kamera DSLR atau mirrorless ? Tidak ada. Semua benar-benar tergantung pada prioritas Anda. Jika kualitas gambar atas dan kecepatan yang paling penting bagi Anda, misalnya untuk sport, terlepas dari berat body, memilih DSLR untuk kinerja yang unggul dan dukungan luas jenis lensa. DSLR untuk saat ini masih menjadi pilihan terbaik untuk semi-pro dan pro yang akan terus menggeluti dunia fotografi.

    Tapi secara umum kamera mirrorless memiliki pilihan lensa yang lebih dari cukup untuk kebanyakan situasi pemotretan, dan kecepatan fokus yang sudah sangat baik. Oleh karena itu, kamera mirrorless adalah pilihan terbaik jika Anda ingin membawa kamera kemana-mana dan tidak ingin terbebani sepanjang jalan. Kamera mirrorless adalah pilihan terbaik untuk pemula antusias yang sedang belajar dan hobi fotografi.


    sumber : https://rumorkamera.com/catatan-kami/pilih-kamera-dslr-atau-mirrorless-mana-yang-lebih-baik/
     
    • Informatif Informatif x 1
  2. Billie Rizky

    Billie Rizky Member

    Joined:
    Jul 26, 2014
    Messages:
    152
    Entah kenapa saya tidak begitu tertarik sama DSLR karena buat saya ukuran DSLR itu masih kurang ringkas dibanding mirrorless. Lagipula saya juga bukan orang yang maniak terhadap fotografi, saya pilih mirrorless aja deh hihihi (walaupun jika harganya dibandingin sama DSLR, mirrorless itu kesannya jadi lebih mahal)
     
  3. Rizal Faisal Akbar

    Rizal Faisal Akbar Well-Known Member

    Joined:
    Sep 9, 2015
    Messages:
    2,405
    dari segi kemudahan mirrorless memang lebih simpel. gw lebih sering bilangnya tuh pocket camera rasa DSLR (karena bentuknya kayak DSLR). tapi semua kembali pada usernya.
    gw pribadi prepare ke DSLR. mungkin karena dari dulu udah terbiasa pake DSLR juga ketika disuruh bantu jadi dokumentasi. pake mirrorless masih jarang make.

    dan enaknya juga DSLR banyak bisa di kustomisasi dibanding mirrorless. misal untuk lensa masih sedikit yang support mirrorless.
     
  4. el.gato

    el.gato New Member

    Joined:
    May 26, 2016
    Messages:
    17
    foto perbandingan yg diatas kecuali yg paling kiri koq semua kyk ada maze artifact di korneanya ya?.
     

Share This Page